Rabu, 26 Oktober 2016







Romantika Yes Or No
Beberapa minggu yang lalu, saya sempat melihat sebuah film yang sangat menarik untuk dinikmati, mengandung banyak informsi seputar kisah cinta remaja di Thailand. Film tersebut tergolong film dewasa, untuk itu film ini tidak tayang di layar bioskop indonesia. Aku sendiri melihat film berjudul Yes Or No bersama sahabatku melalui situs ternama Youtube.
Yes or No merupakan sebuah judul film Thailand yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti Ya atau Tidak. Film ini dimulai dengan menceritakan seorang cewek cantik bernama Pie yang baru pindah dan mengharuskan ia tinggal di asrama putri. Hal itu merupakan salah satu peraturan yang dibuat sekolah untuk setiap siswanya. Kebetulan Pie mendapatkan kamar dengan seorang cewek bernama Kim, seorang cewek yang berpenampilan mirip seorang laki-laki. Jika di Indonesia kita mengenalnya dengan sebutan cewek tomboi, tetapi di Thailand disebut “Tom” yang memiliki arti kurang lebih sama dengan cewek tomboi atau seorang perempuan yang bergaya seperti lakil-laki. Pertama kali melihat Kim berada di kamarnya, jelas sekali Pie sangat kaget terlebih lagi melihat penampilan Kim yang mirip laki-laki dan memeluknya secara tiba-tiba karena insiden kecoa. Pie sendiri pada waktu itu hanya mengenakan handuk karena ia baru saja selesai mandi.
“hei, apa-apaan kamu, beraninya memelukku,” kata Pie dengan nada kesal
“maaf, tadi ada kecoa, aku sangat takut.” Jawab Kim
“hahaha, orang sepertimu takut kecoa? Tidak masuk akal,” ledek Pie.
Ketika melihat Kim dan menilai kepribadiaannya, Pie langsung berasumsi dia “Tom” meskipun Kim sendiri bersikeras menjelaskan jika dia adalah seorang cewek tulen. Tetapi Pie tidak pernah menganggap Kim sebagai seorang cewek karena dari tingkah laku, penampilan, dan gaya bicaranya sudah sangat mirip cowok.
Setiap hari mereka bertingkah seperti kucing dan tikus, tidak pernah berdamai, selalu saja ada hal sepele yang dipermasalahkan. Sampai suatu ketika kedekatan mereka diawali saat Kim berinisiatif memasakkan makanan untuk Pie. Awalnya Pie tidak mau dan enggan untuk mencoba, namun setelah dimakan, ternyata rasa masakan Kim sangat enak dan Pie menyukainya. Mereka mulai saling mengobrol banyak hingga hobi masing-masing, mereka terlibat dalam percakapan yang sangat menyenangkan. Pie pada awalnya tidak menyukai “Tom” dan hanya menganggapnya sebagai seorang teman.  Namun kedekatannya dengan Kim, semakin hari membuat Pie jatuh cinta, cinta yang terlarang.
Kim sesungguhnya memendam rasa untuk Pie, dan cemburu sewaktu Pie dijemput pria bernama P’van, yang berteman dengan Pie sejak kecil. Pie sendiri meskipun mengaku benci dengan Kim nyatanya juga menunjukkan gelagat cemburu saat Kim didekati Jane yang dari awal sudah menyukai Kim.
Suatu hari Kim mengirim sebuah memo untuk Pie, yang berisi penggalan kalimat untuk mengajak Pie keluar makan malam.
“Pie, aku tunggu kamu di taman, malam ini pukul 7, Yes or No?”
Begitulah isi memo yang dikirim Kim untuk Pie. Tentu saja Pie senang mendapat surat itu, dan langsung membalasnya dengan kata YES. Akhirnya mereka bertemu malam itu.
Tanpa sadar Kim dan Pie memendam perasaan yang sama, yaitu perasaan cinta terlarang sesama cewek.  Suatu hari mereka saling mengungkapkan perasaannya.  Kisah cinta mereka berjalan tidak seperti pasangan pada umumnya, karena seharusnya seorang wanita mencintai seoran laki-laki. Tentunya banyak sekali yang menentang hubungan mereka. Termasuk Ibu Pie yang merasa tidak nyaman dengan hubungan anaknya.
Seiring berjalannya waktu Ibu Pie dapat menerima hubungan percintaan sesama jenis yang dijalani anaknya. Tentu saja, di Thailand memang banyak sekali pasagan sesama jenis. Bahkan hubungan sesama jenis di legalkan dan dianggap biasa, namun tidak mendapat perlindungan hukum yang sama seperti pasangan berbeda jenis.
Dari film tersebut dapat dilihat jika budaya percintaan di Thailand berbeda jauh dengan budaya percintaan di Indonesia.  Jika seorang wanita berpenampilan seperti layaknya pria, dianggap sangat biasa. Hubungan percintaan sesama jenis juga dianggap wajar oleh masyarakat Thailand. Berbeda jika hal tersebut terjadi di Indonesia, pasti sudah mendapat tentangan keras, ejekan, dan makian.
Tidak ada yang disalahkan dalam hal ini, terkadang cinta memang dapat mebutakan segalanya, menjadikn yang salah menjadi benar atau sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar